SISTEM ENTERPRISE

UAS - SISTEM ENTERPRISE



          SOAL :

1. Sebutkan 5 faktor kunci kesuksesan suatu proyek dan jelaskan mengapa kelima hal tersebut penting untuk dicapai dalam sistem ERP
 
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Project Management Triangle (Project Quality)
 
3. Buatlah sebuah model proses bisnis yang dapat diaplikasikan pada sistem ERP untuk suatu kegiatan di perusahaan menggunakan 2 buah diagram Flowchart (minimal ada 5 sub proses, 1 buah pengambilan keputusan (decision), dan 1 buah looping) dan juga Event-Process- Chain (EPC) Diagram
 
4. Apa yang dimaksud dengan Process Modelling, dan apa untungnya menggunakan model tersebut?
 
5. Jelaskan langkah-langkah pada Business Process Re-Engineering (BPR)
 
6. Jelaskan mengapa BPR penting dalam implementasi sistem ERP
 
7. Apa yang dimaksud dengan Oursourcing, berikan contohnya
 
8. Jelaskan prinsip etika dengan kerangka kerja PAPA pada implementasi sistem ERP
 
9. Jelaskan alasan bahwa ERP perusahaan harus diaudit (khususnya oleh auditor eksternal), berbeda dengan sistem informasi umum lainnya. Hubungkan dengan kepentingan investor.

   JAWABAN :

1. Faktor-faktor kesuksesan suatu proyek

Flexibility, untuk mendukung keunikan proses bisnis perusahaan, penting untuk memilih ERP yang paling dekat dengan solusi yang dibutuhkan di perusahaan, namun juga tidak kehilangan fleksibilitas untuk mengakomodasi kebutuhan perusahaa
Open System, jika perusahaan telah memiliki data pada sistem sebelumnya, dan menginginkan data tersebut akan dimasukan ke dalam ERP yang baru, maka, ERP yang akan diimplementasikan sebaiknya memiliki kemampuan untuk melakukan proses import data terse Semakin banyak software pihak ketiga yang harus dibeli oleh perusahaan sebagai tambahan proses import tersebut, maka ERP tersebut semakin tidak open dan akan berpotensi menyulitkan perusahaan kedepannya, semisal perusahaan mengganti ERP, sementara ERP sebelumnya tidak memiliki kemampuan Export data dari ERP lama.
Best Business Practices, inti dari semua ERP adalah Best Practices yang dibawa sesuai dengan proses bisnis dari jenis bisnis perusahaan, semakin banyak sertifikasi yang diterima dan diakui dunia, semakin baik software terse
Standard & Minimum Customization, semakin “plug and play” sistem ERP perusahaan, semakin standar jenis ERP tersebut, namun semakin banyak kustomisasi yang harus dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan ERP perusahaan, sehingga semakin sulitlah ERP tersebut dan mempunyai kemungkinan berhasil yang cepat.
Mampu melakukan End to End integration demo, simak dengan baik proses mulai dari ujung yang satu ke ujung yang lain, apakah informasi tersebut tidak terputus, membutuhkan proses re-entry ulang atau tidak terintegrasi dengan modul lainnya
 
        2. Segitiga Manajemen Proyek atau yang di sebut dengan Triangle Project 

Management adalah suatu model Manajemen Proyek yang digunakan oleh para Manajer Proyek untuk menganalisis dan memahami kesulitan yang mungkin akan terjadi pada saat penerapan dan pelaksanaan proyek. Boleh dikatakan hampir semua proyek akan mengalami kendala-kendala dalam pelaksanaannya, baik itu kendala yang berskala besar maupun yang kecil. Namun kendala-kendala tersebut tidak boleh dijadikan penghambat. Semua kendala harus diatasi cara untuk menyelesaikannya.

3. Pemodelan proses menggunakan ERP
 
  
             


4. Process Modelling adalah representasi dari fungsi-fungsi yang berkaitan dengan kegiatan bisnis seperti input, control, output, resource. Business process modeling dimanfaatkan untuk mengidentifikasi bagian-bagian mana saja yang masih perlu diperbaiki dari proses bisnis tersebut.

5. Davenport dan Short (1990) sebagi pelopor pengembangan metodologi Business Process Reengineering menentukan framework untuk Business Process Reengineering yang terdiri dari lima tahap sebagai berikut :

Pengembangan visi bisnis dan tujuan proses
Indentifikasi proses yang perlu di redesign
Mengerti dan mengukur proses yang ada
Identifikasi kapabilitas IT
Design dan buat prototipe proses baru


6. Business Process Reengineering (BPR) atau rekayasa ulang proses bisnis digambarkan sebagai “pemikiran kembali dan pendesainan ulang proses bisnis untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam hal biaya, kualitas, kecepatan dan layanan”. BPR menggabungkan strategi untuk mempromosikan inovasi bisnis dengan strategi untuk melakukan perbaikan besar atas proses bisnis agar perusahaan dapat menjadi jauh lebih kuat serta menjadi pesaing yang lebih berhasil dalam pasar. Perusahaan perlu menetapkan sasaran dan tujuannya yang baru.
Semakin baik Business Process Reengineering yang dilakukan perusahaan semakin besar keberhasilan implementasi ERP

7. Pengertian outsourcing ialah tindakan yang dibuat oleh sebuah perusahaan saat menyerahkan beberapa kegiatan/aktivitas kepada pihak-pihak luar tertentu (outside provider). Tindakan pengalihan tersebut, hak-hak serta kewajiban yang dimiliki oleh pihak masing-masing harus direkam dan sebagai bukti adanya sebuah kontrak kerjasama yang berlaku.

Contoh : 
Usaha penyedia tenaga keamanan (security atau satpam)
Usaha pelayanan untuk kebersihan (cleaning service atau office boy)
Usaha penyedia makanan (catering) untuk pekerja/buruh
Usaha penyedia angkutan (supir) untuk pekerja/buruh
Usaha jasa penunjang bagi pertambangan dan perminyakan

8. Teknologi informasi dapat mempengaruhi etika dengan 4 cara, yaitu :
 
PAPA (Privacy, Accuracy, Property, dan Accessibility). Privasi berkaitan dengan bagaimana informasi pribadi dijaga oleh sistem. Akurasi membutuhkan sistem untuk memvalidasi kebenaran data dalam sistem dan siapa yang bertanggung jawab atas keakuratan ini. Properti mengatur siapa yang memiliki hak kepemilikan atas informasi tersebut. Aksesibilitas berkaitan dengan siapa yang memiliki akses terhadap informasi. 
 
9. Dengan implementasi sistem ERP, tetap membutuhkan pihak untuk meminimalisasikan risiko kegagalan, kontrol risiko dan deteksi risiko dengan pengaturan yang sudah diterima dan tingkat risiko audit secara keseluruhan yang berfungsi terhadap risiko lain. Dalam penelitian ini disebutkan bahwa risiko berkaitan dengan konsep kesuksesan informasi meliputi tingkat kepuasan dengan proses pengembangan, kepuasan dengan penggunaan sistem, kepuasan dengan kualitas sistem, dan dampak sistem informasi dalam organisasi. Risiko yang berkaitan dengan kesuksesan proyek sistem secara keseluruhan adalah tingkat kompleksitas aplikasi, kurangnya pengalaman pengguna, dan kurangnya kejelasan peran dari definisi masing-masing peran individu dalam proyek. Kurangnya dukungan pengguna secara signifikan memiliki dampak organisasi, sedangkan teknologi baru mempengaruhi kepuasan kualitas sistem. Pengembangan sistem berpengaruh terhadap keahlian tim organisasi, kompleksitas aplikasi dan pengalaman pengguna, dan penggunaan sistem mempengaruhi kejelasan peran dan pengalaman pengguna. 

 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi : Kerendahan Hati

Apa itu BMR, NEAT, EAT, TEF dan TDEE?

Kecerdasan: Dari Data Hingga Kebijaksanaan